CCNP Training Day 1 - EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) [Theory]

Sebelum bicara soal EIGRP, mari mulai dari jenis jenis routing. Dynamic routing protocol terbagi menjadi 2, yaitu Interior Gateway Protocol (IGP) dan juga Exterior Gateway Protocol (lihat gambar)



Distance Vector: Determines the direction (vector) and distance (hops) to a network
Link State: Determines the shortest path (SPF) to a network
Advanced Distance Vector (Hybrid): Combined aspects of Distance Vector & Link State

Menurut penjelasan trainer, gampangnya untuk memahami kapan pakai IGP dan kapan pakai EGP adalah IGP: saat autonomous system (kepemilikan jaringan) yang sama, sedangkan ketika jaringan terdiri dari multiple autonomous sytem maka baiknya pakai BGP.

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

Protokol ini buatan Cisco dan (katanya) tersedia untuk sebagian kecil brand router selain Cisco. Protokol ini dianggap hybrid karena menggabungkan kecepatan "convergence" dari IGP dan mengkalkulasi metric berdasarkan banyak parameter seperti yang dilakukan oleh protokol link state.

Karakteristik EIGRP:
  • Tiap router berbagi rute menuju adjacent neighbors (jadi tetangga dulu baru berbagi informasi)
  • Tidak menyimpan status link (link state) dari tiap router
  • Melakukan update tiap kali terjadi perubahan (bukan menggunakan timer seperti RIP)
  • Menggunakan resource lebih minim dibanding protokol lain
Ada 3 tabel utama yang perlu dipahami:
  • Neighbor table 
  • Topology table
  • Routing table
Algoritma utama EIGRP: Diffusion Update Algorithm (DUAL). Istilah penting di dalamnya:
  • Successor route: Best cost, digunakan langsung di routing table (Jalur utama)
  • Feasible successor: Second best cost route. Digunakan secepatnya ketika succesor route down.


EIGRP Metrics

EIGRP metrics atau sering disebut metrics saja adalah nilai gabungan yang menentukan jalur terbaik menuju ke suatu jaringan.

Ada 5 parameter yang bisa digunakan untuk menghitung metric, yaitu:
  • Bandwidth (Digunakan by default)
  • Delay (Digunakan by default. Sudah ada nilai tersendiri untuk tiap jenis interface, misal fast ethernet beda dengan gigabit ethernet)
  • Load: seberapa padat traffic di sebuah interface (seberapa macet suatu jalan)
  • Reliability: tingkat kehandalan sebuah link
  • MTU (Maximum Transmission Unit): ukuran maksimum sebuah paket bisa dikirimkan oleh suatu interface



MTU: default 1500, bisa diubah tergantung skenario jaringan
BW: Bandwidth nilainya tetap, memang segitu
DLY: Delay nilanya tetap, memang segitu
Reliability: angka kiri makin dekat 255 = makin bagus
Load: tergantung tx/rx, makin kecil angka sebelum "/" = jaringan dianggap makin santai


Rumus metric:

256 x ((K1 x bandwidth + ((K2 x bandwidth)/(256-load))  + K3 x delay) x (K5 / (K4 + reliability) ))


K1 = bandwidth
K2 = load
K3 = delay
K4 = reliability
K5 = MTU


Jika hanya menggunakan parameter default, maka rumusnya disederhanakan menjadi 

256 x (bandiwdth + delay)

Contoh ilustrasi delay:


Jadi total cost:



Distance

Advertised distance: jarak (metric) router tetangga ke network tujuan
Feasible distance: total jarak (metric) kita + jarak tetangga ke network tujuan



Post a Comment for "CCNP Training Day 1 - EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) [Theory]"